Selasa, 18 November 2014

Perencanaan dan Pengembangan E-Bussiness



Perencanaan dan Pengembangan E-Bussiness

  Dalam proses pengembangan e-business ada lima hal yang perlu diperhatikan yaitu pembangunan arsitektur e-business, pemilihan opsi pengembangan, instalasi, penyebaran/integrasi dan operasi/pemeliharaan. Di bawah ini akan dijelaskan masing-masing langkah dari proses tersebut:

1.      Pembangunan arsitektur e-business
  Arsitektur e-business merupakan framework konseptual dari infrasktruktur dan aplikasi e-business yang diwujudkan dalam sebuah perencanaan struktur dan integrasi dari berbagai sumber-sumber yang ada dalam sebuah organisasi. Dalam proses pengembangannya terdiri dari enam langkah yaitu:


            -          Pendefenisian visi dan tujuan
-          Pendefenisian arsitektur data
-          Pendefenisian arsitektur aplikasi
-          Pendefenisian arsitektur teknika
-          Pendefenisian arsitektur organisasi
-          Pemilihan opsi pengembangan

2.      Instalasi
   Langkah selanjutnya adalah pengimplementasian aplikasi yang telah dibangun atau instalasi. Aktifitas instalasi ini dapat dilaksanakan langsung oleh para tenaga ahli yang ada di perusahaan tersebut atau menggunakan tenaga outsourcing, pilihan ini sangat berhubungan erat dengan pemilihan opsi pengembangan yang dilakukan sebelumnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam aktifitas instalasi ini yaitu, bagaimana aplikasi tersebut berhubungan dengan aplikasi yang telah exist.

3.      Penyebaran/Integrasi
   Pada tahapan ini aplikasi yang telah dipilih dan diimplementasikan diharapkan dapat terintegrasi dengan baik dengan segala aplikasi yang telah ada sebelumnya. Berbagai langkah dijalankan dalam tahapan ini seperti pemberian training dan informasi terhadap para pengguna, baik yang berhubungan secara langsung atau tidak dengan aplikasi tersebut, pembuatan kebijakan atau peraturan-peraturan yang mendukung hingga pengintegrasian sistem dengan para supplier dan pihak-pihak terkait lainnya.

4.      Operasi/pemeliharaan
   Operasi dan pemeliharaan dari aplikasi yang telah diimplementasikan merupakan langkah selanjutnya yang harus diperhatikan dengan baik. Perencanaan yang baik sangat diperlukan agar seluruh pengimplementasian yang telah dilakukan dapat berjalan dengan sempurna. Selanjutnya, aktifitas pemeliharaan dapat dilanjutkan ke tahap pengembangan selanjutnya untuk penyempurnaan aplikasi yang telah diimplementasikan sesuai dengan maksud dan tujuan aplikasi tersebut dibangun.



Tahap Perencanaan :
  • Memahami permasalahan yang muncul dan mendefinisikan secara rinci.
  • Merumuskan kasus-kasus bisnis yang ingin di selesaikan.
  • Mengestimasikan total investasi yang akan disediakan.
  • Rencana aksi yang konkrit.

Strategi dan Implementasi E-bussiness



Strategi dan Implementasi E-Bussiness


1. Definisi Stratgi Bisnis
   Strategi bisnis adalah penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang sebuah perusahaan, dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan tersebut.
   Strategi bisnis merupakan cara-cara yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan keunggulan persaingan di dalam bisnis nya. Strategi bisnis dapat mencakup ekspansi geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, pengurangan bisnis, likuidasi, dan joint venture.

2. Tingkatan strategi bisnis
   Tingkat Korporasi; strategi perusahaan yang memiliki saham (ownership) beberapa perusahaan lain.
   Tingkat Bisnis Multi Divisi; merupakan strategi yang terjadi pada tingkat divisi atau unit bisnis dan merupakan strategi yang menekankan pada perbaikan posisi bersaing produk atau jasa pada spesifik industri atau segmen pasar tertentu.
  Tingkat Fungsional;optimalisasi produktivitas sumber daya dalam memberikan nilai (value) terbaik untuk kebutuhan pelanggan(customers)
 Tingkat Operasional; merupakan strategi yang menjalankan implementasi dari operasional-operasional perusahaan

3. Tahapan strategi bisnis
Dalam penyusunan strategi bisnis terdapat ilmu yang disebut dengan “manajemen strategis”. Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. Ada dua tahapan dalam manajemen strategis, yaitu perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi. Dalam perumusan strategi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :
· Melakukan analisis situasi, evaluasi diri dan analisis pesaing: baik internal maupun eksternal; baik lingkungan mikro maupun makro.
· Bersamaan dengan penaksiran tersebut, tujuan dirumuskan. Tujuan ini harus bersifat paralel dalam rentang jangka pendek dan juga jangka panjang. Maka di sini juga termasuk di dalamnya penyusunan pernyataan visi (cara pandang jauh ke depan dari masa depan yang dimungkinkan), pernyataan misi (bagaimana peran organisasi terhadap lingkungan publik), tujuan perusahaan secara umum (baik finansial maupun strategis), tujuan unit bisnis strategis (baik finansial maupun strategis), dan tujuan taktis.

   Dalam pelaksanaan strategi, perusahaan melakukan apa yang sudah direncanakan. Setelah hal yang telah direncanakan telah usai dilaksanakan, tidak semerta – merta kegiatan itu ditinggalkan begitu saja. Ada tahap yang disebut dengan evaluasi. Di tahap ini kita melakukan tinjauan terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan apakah sudah sesuai rencana dan mencapai tujuan atau malah sebaliknya. Hal ini diperlukan untuk melakukan perbaikan – perbaikan terhadap kualitas kerja yang nantinya berguna apabila rencana tersebut akan dipakai lagi atau malah diperbaharui untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

4. Strategi e-business tentunya dipengaruhi oleh strategi bisnis itu sendiri. Namun dalam e-business strategi-strategi bisnis tersebut dapat dikembangkan dengan adanya penggunaan IT.

   E-business sama seperti halnya bisnis biasa namun dengan memanfaatkan media elektronik.      Maka dari itu sama halnya seperti bisnis, e-business pastinya membutuhkan strategi untuk dapat berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan. Teknologi informasi adalah sarana penunjang paling potensial dalam penerapan e-business dewasa ini. Maka dari itu, teknologi informasi menjadi salah satu potensi yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam mencapai tujuannya. Tanpa perencanaan dan strategi yang matang, e-business mungkin dapat berjalan tapi apakah dalam pelaksanaannya dapat bertahan lama sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan sesuai visi dan misi itulah yang menjadi persoalan. Beberapa yang perlu dipertimbangkan dalam pembentukan strategi e-business :
a) Penyusunan rencana pengembangan
   Dalam perancangan suatu e-business dibutuhkan susunan – susunan rencana yang digunakan selama mengembangkan sistem yang akan digunakan.
b) Pembangunan secara bertahap/dinamis
   Implementasi e-business dalam suatu usaha yang sebelumnya belum menerapkan e-business harus dilakukan secara bertahap dan tidak langsung. Ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Selain itu butuh evaluasi terus – menerus dalam penerapan e-business yang dikarenakan perkembangan teknologi yang berjalan sangat cepat.
c) Perlu menetapkan prioritas implementasi
   Seperti yang dijelaskan sebelumnya, implementasi e-business ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Dalam hal implementasi perlu memperhatikan prioritas, cara implementasi yang mana yang sangat dibutuhkan perusahaan.
d) Pemilihan teknologi yang tepat
   Tidak semua perusahaan membutuhkan ERP, CRM dan lain sebagainya. Maka dari itu sekali lagi yang perlu ditekankan adalah kebutuhan dari perusahaan menurut tingkat urgensinya. Penggunaan teknologi sebaiknya berdasarkan hal – hal yang menjadi kebutuhan paling mendesak dalam hal menunjang kinerja perusahaan dalam pencapaian tujuan.
e) Penyiapan sumber daya
   Diperlukan banyak sumber daya yang diperlukan dalam penerapan e-business antara lain sumber daya teknologi dan manusia. Dalam hal sumber daya teknologi, perusahaan ada baiknya memperhatikan hal – hal yang menunjang bekerjanya sistem e-business tersebut seperti contohnya penggunaan hardware tertentu, penggunaan jasa web hosting, kerjasama dengan institusi penyedia jasa internet dan lain sebagainya. Sedangkan dalam hal sumber daya manusia perusahaan perlu melatih para pegawainya yang nantinya akan bekerja menggunakan sistem e-business. Namun ada baiknya dilakukan perundingan dengan pegawai – pegawai senior untuk melakukan musyawarah apakah sistem layak diterapkan atau tidak.
f) Pengembangan diserahkan pihak ketiga
   Tidak sepenuhnya dalam penerapan e-business dalam pengembangannya ditangani oleh pihak perusahaan sendiri. Diperlukan third party dalam pengembangannya sehingga perusahaan dapat tetap fokus dalam kegiatannya mencapai tujuan.

Manfaat implementasi e-Business adalah :
- Meningkatkan kinerja operasional perusahaan,
- Meningkatkan peluang akses ke pasar, pemasok, dan pendanaan yang sangat luas,
- Meningkatkan efisiensi perusahaan,
- Mempermudah pengelolaan aset perusahaan
- Meningkatkan kualitas layanan terhadap pelanggan,
- Meningkatkan komunikasi seluruh stakeholder,
Mengatasi kesenjangan digital,
Media mempromosikan kompetensi perusahaan,
Memperlancar kegiatan ekonomi,
Memperlancar transaksi bisnis,
Sarana penyebaran informasi secara luas

Kamis, 06 November 2014

Tugas Akhir E-Business Untuk Syarat UTS



Rancangan desain website

Seperti yang kita ketahui perkembangan  tekhnologi di dunia semakin banyak. Kehadiran internet dan sebagainya dirasa amat mendukung segala bentuk kegiatan , termasuk komersial untuk suatu perusahaan. Pembuatan suatu website dapat memberikan banyak keuntungan serta manfaat sebuah perusahaan.
Beberapa manfaatnya yang dapat langsung diperoleh ketika sebuah perusahaan memiliki website resmi :
1.   Mengenalkan perusahaan tersebut ke kalangan luas karena pengguna website sangat banyak
2.   Menyampaikan informasi tentang perusahaan secara jelas kepada khalayak umum
3.   Memasarkan produk ataun jasa dan dapat menjelaskan keunggulannya secara lebih detail
4.   Memberikan kemudahan pada pelanggan untuk mencari tahu tentang perusahaan lewat mesin pencari di internet
Walaupun harga website untuk saat ini tidak dapat dikatakan murah , namun mengeluarkan dana untuk memajukan perusahaan akan terasa worth. Apalagi untuk sebuah perusahaan yang cukup besar , akan sangat disayangkan jika tidak dimiliki website. Mengingat manfaat website untuk perusahaan cukup banyak , tidak ada salahnya apabilan sebuah perusahaan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh website guna meningkatkan penjualan. Terlebih apabila perusahaan tersebut menjual produk berupa barang atau jasa.
Berhubungan dengan internet , e-bussines memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bussines juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan , serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasaan pelanggan secara lebih baik.
Infrastruktur yang dibutuhkan perusahaan  untuk memanfaatkan e-bussines dalam usaha kayu lapis PT.SENGON KONDANG
Dalam memulai suatu usaha seseorang membutuhkan niat dan modal yang cukup. Sebuah perusahaan membutuhkan infrastruktur yang tepat untuk memperlancar usaha yang akan dijalankan. Infrastruktur  tersebut terdiri dari software dan hardware. Software search engine , seperti Mozilla firefox , opera mini , google chrome , internet explore ,dll. Hardwarenya yaitu satu set komputer , wifi , internet, dan listrik.
Kebanyakan organisasi masih membuat dan menegakan kebijakan untuk perolehan hardware serta software oleh para pemakai akhir dan unit bisnis. Hal ini memastikan kesesuaian mereka dengan standar perusahaan untuk hardware, software dan konektifitas jaringan. Hal ini yang juga pentig adalah pengembangan aplikasi dengan keamanan dan pengendalian kualitas yang memadai untuk menyebarkan kinerja yang benar dan menjaga integritas jaringan serta data base perusahaan atau departemen.
Biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan infrastruktur yang dibutuhkan


Keteranagan                                     Biaya
1 set komputer                      Rp  6.500.000,00
Garansi 5 tahun                    Rp   2.000.000,00
Biaya instalasi software       Rp  1.250.000,00
Biaya pemasangan wifi        Rp  200.000,00
Biaya internet per bulan      Rp  550.000,00
Biaya listrik                          Rp  125.000,00    +
                                                  
                                             Rp 10.625.000,00   
Biaya pembuatan website tanpa menggunakan jasa pembuatan website
Domain.co.id                         Rp 500.000,00
Hosting                                    Rp 500.000,00
Set up engine                         Rp 2.750.000,00     +
                                                 
                                               Rp 3.750.000,00
Biaya pembuatan website dengan menggunakan jasa pembuatan website
Domain.co.id                          Rp 500.000,00
Hosting                                   Rp 500.000,00
Set up engine                          Rp 2.750.000,00
Jasa pembuatan                      Rp 1.250.000,00    +
                                                   
                                               Rp 5.000.000,00
Dari Uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa untuk memulai bisnis berbasis internet, seorang pengusaha harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Biaya kurang lebih Rp 15.000.00,00.